Bone, Sulawesi Selatan – Pelaksanaan kegiatan Bone Riolo yang digelar pada tanggal 23–27 Oktober 2025 meninggalkan sejumlah catatan penting bagi panitia dan pemangku kepentingan kebudayaan di Kabupaten Bone. Meski kegiatan berlangsung sesuai jadwal, berbagai pihak menilai bahwa perencanaan dan koordinasi kegiatan masih perlu diperkuat agar event budaya berikutnya, Gau Maraja Bone 2026, dapat terlaksana lebih maksimal.
Dari hasil evaluasi, terlihat bahwa perencanaan Bone Riolo masih kurang matang. Koordinasi antarpanitia dan instansi terkait belum berjalan optimal, sementara sosialisasi kepada masyarakat dinilai minim. Beberapa pihak yang seharusnya mendukung pelaksanaan kegiatan bahkan mengaku tidak memperoleh informasi memadai.
Pihak hotel, misalnya, menyampaikan bahwa mereka tidak mengetahui bahwa pembukaan Bone Riolo akan dihadiri dan dibuka langsung oleh Wakil Menteri Kebudayaan. “Seandainya kami mendapat informasi lebih awal, kami pasti akan memasang umbul-umbul atau spanduk untuk menyambut kegiatan besar ini,” ujar salah satu perwakilan pihak hotel.
Hal senada disampaikan oleh beberapa camat dan kepala desa di wilayah pelaksanaan kegiatan. Mereka mengaku kurang mendapat sosialisasi, sehingga partisipasi masyarakat pun rendah. Kondisi tersebut tampak pada minimnya penonton di Lapangan Merdeka, bahkan di pelataran parkir Planet Cinema, tempat digelarnya acara hiburan yang menghadirkan Wakil Menteri Kebudayaan yang juga dikenal sebagai penyanyi pop nasional, jumlah penonton juga terbatas.
Kurangnya publikasi dan promosi dianggap menjadi salah satu faktor utama rendahnya antusiasme masyarakat. Padahal, kegiatan Bone Riolo merupakan agenda budaya penting yang diharapkan menjadi wadah pelestarian nilai-nilai sejarah dan tradisi masyarakat Bone.
Meski demikian, berbagai kekurangan tersebut dinilai sebagai pelajaran berharga untuk penyelenggaraan event budaya yang lebih besar tahun depan, Gau Maraja Bone 2026. Sejumlah pihak berharap panitia akan memperkuat koordinasi lintas sektor, memperjelas pembagian tugas, serta meningkatkan sosialisasi dan publikasi melalui berbagai media, baik cetak, elektronik, maupun digital.
“Bone Riolo harus menjadi refleksi agar pelaksanaan Gau Maraja Bone 2026 berjalan lebih meriah, tertata, dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat,” ujar Ketua Perwira A. Sapri Pamulu dalam perjalanan kembali ke Makassar (25/10/25).
Dengan pengalaman dari Bone Riolo 2025, diharapkan pelaksanaan Gau Maraja Bone 2026 dapat menjadi momentum kebangkitan budaya dan pariwisata Bone, serta memperkuat identitas daerah sebagai pusat warisan sejarah Bugis yang berperadaban tinggi.







